Monday, August 20, 2012

Marah & Memberi Maaf

A: Mengapa kamu tidak datang minta maaf kpd si C, bukankah lecetnya cat mobil si C itu memang kesalahanmu.

B: Aku takut dia akan memarahiku secara berlebihan saat aku meminta maaf kepadanya. Si C klo marah biasanya main pukul, meskipun aku berjanji akan menggantinya, apalagi ini mobil kesayangannya. Padahal aku paling tidak bisa menerima kemarahan orang yang berlebihan kepadaku. Jika aku dipukul, meski aku sudah bersedia mengganti, aku pasti akan balas memukulnya, dan akhirnya keadaan bukannya semakin bertambah baik, malah bertambah buruk ....

A: Akuilah keslahanmu, dan minta maaflah pada si C. Jika si C terus marah kepadamu, ucapkanlah : "Setahuku engkau adalah orang yang beriman dan bertaqwa, C ... jadi engkaupun tahu bahwa:

..sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal. (QS 42:36)

Oleh karena itu janganlah engkau terlalu marah padaku, karena ciri orang yang bertaqwa adalah:

..orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan- perbuatan keji, dan apabila mereka MARAH mereka memberi MAAF. (QS 42:37)

maka maafkanlah aku C, ... dan urusan kita ini sebaiknya kita selesaikan secara musyawarah, apakah aku harus mengganti atau engkau ikhlaskan saja kerugianmu yang aku sebabkan, karena :

.. orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (QS 42:38)

Itu semua insya Allah akan mencegah si C dari marah yang berlebihan kepadamu, karena dia juga muslim sepertimu.....
yakinlah ...

No comments:

Post a Comment