Thursday, December 6, 2012

Tidak Ada Balasan Kebaikan Kecuali Kebaikan

Pada Suatu hari tampak seorang Pria sedang menelusuri sebuah jalan ditempat tinggalnya, dari balik kacamatanya Pria tersebut merasa ada yang telah mencuri penglihatannya saat itu, sudut mata itu terusik pada seseorang diseberang jalan, tampak seseorang itu sedang mengacungkan jempolnya disisi jalan, tampak jelas jempol tersebut tertuju kepada semua kendaraan di sekitar yang melintas, dengan harapan mendapatkan tumpangan untuk meneruskan perjalanan, namun dari balik kacamatanya pula Pria tersebut tidak melihat ada satupun kendaraan yang sudi menghentikan kendaraannya dan sekedar memberinya tumpangan, dengan sisa wajah yang letih seseorang tersebut melangkahkan kakinya kearah trotoar yang mungkin untuk mengistirahatkan diri, yang entah sudah berapa lama berada di sisi jalan itu, dengan yakin Pria tersebut lalu menepikan kendaraannya untuk menghampiri seseorang tersebut, setelah didekati ternyata orang yang terduduk di trotoar tersebut adalah seorang wanita, dengan wajah penuh keriput serta tongkat yang selalu setia berada disebelahnya seketika berubah ceria dan berusaha tersenyum dengan sisa tenaganya.


Setelah menepikan kendaraannya Pria tersebut bertanya

-PRIA-
"Nek, apa yang sedang Nenek lakukan disini, saat ini ?"

Lalu Nenek itu menjawab dengan lirih bahwa dia tersasar ke daerah ini dan bingung jalan pulang kerumah karena pada saat yang bersamaan tas nya kecurian ketika sedang jalan di suatu daerah.

Kemudian dengan sopan Pria tersebut menawarkan diri untuk memberinya tumpangan sampai ketempat tujuan, didalam kendaraan tersebut si Nenek menanyakan nama Pria tersebut,

-NENEK-
"Nak, kalau boleh Nenek tahu, siapakah namamu ?"

-PRIA-
"Oh saya Arman Nek"

-NENEK-
"Terima kasih ya Nak, kamu sungguh Baik sekali"

sekali lg ujar sang Nenek dalam ungkapan rasa terimakasihnya saat ini.

-PRIA-
"Oh tak apa Nek, saya sadar saya lahir dari rahim seorang Ibu yang notabene adalah seorang wanita, jadi ketika saya melihat Nenek saat itu yang sedang benar-benar membutuhkan pertolongan, hati saya merasa tergerak dan merasa bahwa saat itu adalah Ibu saya yang sedang berdiri disitu, jadi saya benar-benar ikhlas untuk membantu Nenek"

lalu tanpa sadar Pria tersebut meneteskan air mata, ingat akan Orang Tuanya yang membuatnya selalu rindu untuk selalu berada ditengah-tengah kehangatan mereka.

-NENEK-
"Sekali lagi terima kasih banyak ya Nak..."

lalu Nenek tersebut menyunggingkan senyum haru mendengar jawaban dari Pria tersebut.

Setelah berapa saat akhirnya kendaraan yang mereka naiki telah sampai disebuah daerah dimana Nenek tersebut meminta berhenti dan Berbicara kepada Pria tersebut untuk menurunkannya disini.

-PRIA-
"Dimana Nek rumahnya ?"

-NENEK-
"Tak apa Nak, Nenek turun disini saja"

-PRIA-
"tapi Nek alangkah baiknya, jika saya mengantarkan Nenek hingga kerumah ?"

-NENEK-
"Tak apa Nak, rumah Nenek sudah dekat sekali dari sini, cukup biar Nenek meneruskannya dengan berjalan hingga kedepan rumah Nenek"

dengan sangat terpaksa akhirnya Pria tersebut menepikan kendaraan dan mengabulkan permintaan Nenek tersebut untuk turun disini.

-NENEK-
"Tapi Nak sebelumnya, bagai mana Nenek membalas kebaikan yang engkau lakukan sekarang ?"

-PRIA-
"Oh..Jangan Nek, seperti tadi telah saya katakan, bahwa saya ikhlas untuk membantu Nenek yang benar-benar butuh pertolongan"

-NENEK-
"Tapi Nak...."

-PRIA-
"Baiklah, jika Nenek ingin begitu, permintaan saya cuma satu Nek...", "Apa itu Nak ?", "Saya hanya ingin Nenek melakukan hal yang sama denga saya, Nenek bantulah orang yang benar-benar butuh bantuan ketika Nenek tahu bahwa orang tersebut butuh pertolongan kita..."

lalu Nenek tersebut tersenyum dengan bahagianya mendengar kata-kata Pria tersebut dan mengangguk sebagai tanda setuju.

Suatu hari disebuah tempat makan, Tampak seorang pelayan wanita yang sedang hamil melangkah sambil membawa daftar menu di tangan kanan serta alat tulis untuk mencatat order di tangan kiri terlihat sibuk melayani tamu-tamu yang akan memesan makanan.

-PELAYAN-
"Silahkan, ini menunya..."

setelah menyodorkan menu tersbut pelayan tersebut berdiri disisi pelanggannya, tampak wanita tersebut sibuk mencatat makanan apa yang dipesan oleh tamunya itu, setelah tamu selesai mengorder makanan apa yang akan dipesannya, pelayan tersebut melangkahkan kakinya menuju dapur untuk menyampaikan orderan yang tadi dipesan oleh tamu tersebut. Sepuluh menit kemudian pesanan tamu tersebut telah selesai dan langsung dibawanya menuju meja untuk kemudian disajikan kepada pelanggan tersebut dan tidak lupa untuk selau tersenyum kepada setiap tamu rumah makan itu lalu melangkah untuk kembali mencatat order menu dari tamu-tamu yang lainnya dan terus seperti itu hingga tamu yang pertama tadi dia layani memanggilnya dan menghitung semua makanan yang telah dia pesan.

-PELAYAN-
"silahkan Nek, ini bill-nya...hmmmm...kalau boleh tahu, kenapa Nenek hanya makan sendirian disini ?, kemanakah keluarga Nenek yang lain...?"

tanpa berkata-kata, Nenek tersebut hanya menyunggingkan senyum sambil memasukan beberapa lembar uang kertas untuk membayar bill pesanannya. Lalu pelayan tersebut melangkah menuju kasir untuk menyetorkan bill pembayaran dari tamu tersebut, setelah selesai pelayan tersebut kembali menuju meja dimana tamu tersebut duduk untuk menyerahkan kembalian dari pembayaran bill makanan tadi, namun alangkah terkejutnya ketika didapati tamu tersebut telah tidak ada di tempat dan hanya menemukan secarik kertas dan sebuah amplop putih dibawahnya, masih dalam keterkejutannya pelayan tersebut membaca isi yang tertera disecarik kertas tersebut,

- Nak, sebelumnya Nenek minta maaf karena telah meninggalkan meja ini tanpa sepengetahuanmu, maaf jika isi secarik kertas ini juga telah membuatmu terkejut, sebelumnya Nenek berada dalam posisi yang mungkin akan sangat panjang jika diceritakan serta di tulis disini, namun Nenek ingat pesan seoran Pria yang telah menolong Nenek pada waktu, yang tidak mungkin juga Nenek menceritakannya disini, namun disini Nenek hanya ingin membantumu, karena hati kecil Nenek berkata bahwa kamu sedang ada pikiran, maka dari itu Nenek meninggalkan amplop putih yang berada di bawah secarik kertas ini untuk membantumu, semoga apa yang Nenek berikan ini dapat berguna bagi persalinan anak kamu kelak-

Tangan pelayan itu gemetar setelah membaca surat tersbut lalu dengan sangat hati-hati tangannya mengangkat amplop putih yang tadi berada dibawah secarik kertas tersebut, lalu di buka nya perlahan dan alangkah terkejutnya lagi pelayan tersebut setelah melihat isi dari amplop putih tersebut adalah selembar cek lengkap dengan nominal yang cukup besar untuk sebuah pemberian cuma-cuma, namun ini adalah sebuah anugrah yang datang kepadanya melalui seorang Nenek dari Tuhan YME hingga tanpa sadar air matanya jatuh mambasahi secarik kertas yang masih dipegangnya.

Malamnya, pelayan tersebut memeluk erat-erat suami yang sedang tidur disebelah dirinya itu lalu memberikan sebuah kecupan hangat dikening sambil membisikan kata-kata ditelinga

-ISTRI-
"Sayang, kamuh nggak usah terlalu khawatir akan persalinan anak kita kelak, Tuhan memberikan Rezeki yang tidak terduga buat kita dan anak kita"

dan tanpa sadar air mata jatuh kembali hingga ke wajah suaminya itu lalu kembali memeluknya erat-erat, sambil membisikan kata-kata..... "AKU CINTA KAU ARMAN"...

------o0o------


Beberapa yang mungkin kita bisa petik, bahwa kita sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan di dunia ini agar selalu saling bantu dan berbuat baik yang tidak pernah terputus terhadap sesama....

Masing-masing manusia memiliki masalahnya sendiri, cuma bagaimana kita sebagai manusia sabar dalam menghadapi segala cobaan dan tetap berdampingan dalam menempuh hidup, alangkah bahagianya ketika kita keluar dari masalahnya dan tetap dalam kebersamaan

-SEMOGA BERGUNA DAN BERMANFAAT BAGI TEMAN-TEMAN SEMUA-

No comments:

Post a Comment