Monday, May 21, 2012

Tuhan Tidak Pernah Zalim Terhadap Hambanya

Lihat film Joseph versi barat, ketika joseph dimasukkan penjara akibat tuduhan yang gak benar oleh otoritas mesir waktu itu, sambil menengadah keatas joseph berteriak "Oh God, Why me??!!" .. dan sayapun tersenyum ...

Seorang nabi pasti ikhlas dengan semua keadaan yang dialaminya. Pertanyaan "why me" tidak boleh ditujukan pada Tuhan, karena itulah keluhan yang tidak akan pernah dilakukan oleh orang-orang yang menegakkan shalatnya. Pertanyaan seperti itu seharusnya ditujukan kepada diri sendiri sebagai bagian dari evaluasi diri. Itulah yang dilakukan Yunus ketika berada di perut ikan. Sehingga dia menyadari kesalahannya dan berdoa: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."

Demikian pula Adam ketika menyadari kesalahan dirinya karena telah tertipu oleh Iblis. dia berdoa:
"Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi".

Juga seorang Daud yang kuat, yang saat sadar bahwa dirinya melakukan kesalahan dalam memutuskan perkara, dia langsung tersungkur sujud dan bertaubat.

Jadi mengapa harus malu mengakui kesalahan diri di depan orang lain jika kesalahan yang kita perbuat membuat kita memiliki pemahaman yang lebih baik dari sebelumnya? Akuilah kesalahan karena pengakuan itu menjaga kita dari pengulangan kesalahan yang sama.

Bahkan seorang Ayyub yang rajin ibadah dan tak pernah berbuat keji, yang kaya raya, banyak anak, ketika semuanya itu hilang dari dirinya plus penyakit fisik yang menjijikkan kemudian menderanya, beliau tetap ikhlas menjalani semua itu. sampai sampai istri yang paling setia padanya kesal dan bertanya padanya:
"Wahai suamiku, kalau engkau memang seorang yang dicintai Tuhan, kenapa engkau DiberiNYA musibah besar seperti ini?".
Ayyub menjawab: "Wahai istriku, dahulu aku diberiNya kenikmatan yang jauh lebih banyak, dan membuat apa-apa yang aku derita sekarang ini belum sebanding dengan kenikmatan-kenikmatan yang pernah Tuhan berikan padaku. Dan aku akan malu jika keadaanku sekarang membuat ibadahku berkurang".
Dan Ayyub pun tidak menyalahkan Tuhannya, sehingga doanya pun spt ini:
"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." <= tanpa pernah bertanya mengapa Engkau jadikan aku seperti ini

Jika Ayyub berprasangka buruk terhadap Tuhan, maka dia telah melakukan kesalahan besar, karena sebenarnya setanlah yang meminta izin kepada Tuhan untuk mengganggunya, karena setan yakin ibadah Ayyub itu karena hartanya yang melimpah, bukan karena Tuhan. Sehingga setelah menyadarinya Ayyub alaihissalaam berdoa seperti ini:
"Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan" <= tanpa sedikitpun menyalahkan Tuhan

Jadi jika anda tertimpa musibah, jangan tanyakan pada Tuhan anda "Why me?" karena Tuhan akan menjawab pertanyaan anda itu dengan pertanyaan "Why not?"



Wallahualam

No comments:

Post a Comment